Bontik dan Pertanyaan-Pertanyaan tak Berkesudahan



"kakak bantu siram bunga ya"
"iya"
"yang mana yang disiram, ma?"
"itu semuanya"
"yang warna apa?"
"yang ijo"
"ijo muda apa ijo tua?"

*di mall*
"dulu mama sering ke sini"
"waktu kak pia masih bayi?"
"bukan. waktu kak pia belum lahir"
"oo waktu kak pia masih dalam perut ya?"
"iya" *jawab ngasal*
"dek beitou juga dalam perut? kok muat?"

"dulu kak pia sama dek beitou lahir dari perut?"
"iya" *jelasin cara manusia lahir*
"oo.. *sok ngerti* *dorong sepeda lagi* 
 
*di rumah. sebelum tidur*
".... kan ada Allah yang jaga rumah kita"
"Awah (baca: Allah) ga bobok?"
"ngga"
"kan udah malam, kok ga bobok?"
"iya. Allah memang ga pernah bobok. Allah bukan manusia kayak kita harus bobok"
"bukan manusia kok bisa jaga rumah?" 
Ps: gimana ya, cara menjelaskan konsep Tuhan dan dosa ke anak tanpa harus terkesan menakut-nakuti?

belum pertanyaan2 ga penting semacam: "kok PLN matiin lampu rumah kita?", "kok begini, kok begitu?" .. pertanyaan Bontik seakan tak ada habisnya. kadang bikin senyum-senyum, kadang juga bikin kesel :p


0 comments:

Post a Comment