Bisakah aku menulis tentangmu?
Dulu Ya. Sekarang Tidak.
Karena aku mengalami sensasi bernama sakit kepala berat saat mulai memikirkanmu
Tidak lagi bisa aku menulis tentang indah,
karena ada mimpi buruk yang menghantui dari long-term memory di hypocampus otakku
Namun tidak juga bisa kutulis mimpi buruk itu,
karena ada indah yang menyergapku dalam dunia penuh warna merah jambu
Ambigu.
Aku tidak ingin lagi menulis keindahan dan mimpi buruk sekaligus,
karena keduanya akan bersimbiosis, beraddisi, bersinergi, lalu menghasilkan Konstanta yang bernilai Nol (atau barangkali minus)
Aku tidak mau Nol.
Aku ingin di atas Nol. Positif.
(ya, bisa kan kau membayangkan grafik cartesius dengan empat kuadran itu?)
Maka genggam axis Y itu hingga kau mencapai angka Nol, lalu perlahan naik ke atas sampai angka tak terhingga..
(dan aku akan bersabar menunggu)
Maka satukan kembali puzzle yang berserakan itu hingga membentuk gambar yang sempurna..
Lalu rekatkan, bingkai, dan gantung di dinding kamarmu
(Juga patri di hatimu)
Agar aku dapat menulis lagi tentangmu..
(yang tentu saja hanya tentang dunia merah jambu)





